Bang Aliman Center

Come Join Us (Foke-Nara)
Ads

Konsep Pemenangan Pilkada Putaran Kedua


 

  1. Melaksanakan peta politik di setiap RW

Melaksanakan peta politik adalah mengetahui secara detail perolehan suara masing2 kandidat pada putaran pertama dengan dibuatnya grafik dan persentase kemenangan. Peta politik tsb menjadi modal buat kerja tim relawan dalam melaksanakan konsolidasi pada putaran kedua. Jika dipandang perlu peta politiknya dapat dibuat di tiap RT dengan diberikan penandaan oleh relawan tentang masyarakat memilih siapa dan siapa.

Dan tidak kalah penting disiapkan saksi handal, saksi adalah kunci dari hasil penghitungan.

 

  1. Membentuk relawan yang mumpuni di setiap tps

Relawan di setiap tps dibekali secara detail jumlah pemilih baik di putaran pertama dan daftar pemilih tambahan. Setiap relawan harus mengenal secara pasti kondisi wilayah yang akan dilakukan konsolidasi. Metode konsolidasi harus diberikan kepada relawan sebaik mungkin sesuai kondisi dan kultur di setiap RT & RW. Peta politik yg diberikan kepada relawan dapat dilakukan pewarnaan, sesuai dengan yang dihasilkan setelah relawan melakukan konsolidasi. Dengan demikian hasil dari pewarnaan tadi (di setiap RT) menjadi kekuatan (kelemahan) posisi pasangan calon yang diusung. Selanjutnya jika posisi hasil pewarnaan pasangan yang diusung banyak kelemahan harus sesegera mungkin dicari bentuk solusi untuk bisa menaikkan atau menguatkan pasangan calon. Pelaporan tim relawan harus rutin dan benar2 hasil dari upaya konsolidasi sekaligus pencitraan terhadap pasangan calon yang diusung.

 

  1. Mengolah data hasil putaran pertama

Pengelolaan data yang didapat dari hasil konsolidasi menjadi titik tumpu awal penghitungan untuk kemenangan, sehingga dapat diketahui pada saat pencoblosan di putaran kedua angka kira2 kemenangan pasangan dari calon yang diusung. Relawan harus cepat melakukan updating hasil konsolidasi sehingga dapat diketahui kemenagan di setiap tps.

 

  1. Mencermati adanya daftar tambahan pemilih pada putaran kedua (Utama)

Menjadi kewaspadaan dengan adanya atau antusiasnya pemilih tambahan yang mendaftarkan diri secara langsung di KPPS (Kelurahan).

Sepanjang pelaksanaan pemilu maupun pemilukada kurangnya masayarakat yang melakukan upaya mendaftarkan diri pada setiap pemilu, bahkan sering ditemui masyarakat enggan melakukan hak pilihnya. Hal ini harusnya menjadi perhatian yang paling utama kepada tim pemenangan untuk meneliti dan mencermati animo masyarakat yang mendaftarkan pada putaran kedua.

Post Metadata

Date
September 5th, 2012

Author
admin

Category

Tags

Leave a Reply